IWAN TOYOTA 0812-774-3366KHUSUS PEMESANAN DAN DELIVERY UNIT READY STOCK DI BAWAH TGL 20 SETIAP BULAN DAPATKAN LANGSUNG HADIAH MENARIK IWAN TOYOTA 0812-774-3366MANFAATKAN PROGRAM PROMO KHUSUS PESTA AKHIR TAHUN AGUNG TOYOTA, HADIAH LANGSUNG, TV LED 32", KULKAS, HP ANDROID, DAN MESIN CUCI SERTA TAMBAHAN VOUCHER RP 1 JUTA* IWAN TOYOTA 0812-774-3366MANFAATKAN PROGRAM PROMO BUNGA 0% UNTUK TENOR 1 TAHUN, IWAN TOYOTA 0812-774-3366PROMO KHUSUS PEMBELIAN BULAN INI CALYA DP 8 JT AN, AVNZA 14 JT AN, RUSH 16 JT AN IWAN TOYOTA 0812-774-3366READY STOCK ALL NEW AGYA, PESAN SEKARANG PROMO AKHIR TAHUN
Menu
Model
Beranda » News » Nyetir Mobil Matik, Ngerem Pakai Kaki Kiri atau Kanan?

Nyetir Mobil Matik, Ngerem Pakai Kaki Kiri atau Kanan?

Dipublish pada 5 Maret 2020 | Dilihat sebanyak 394 kali | Kategori: News, Tips


Jakarta – Mengendarai mobil matik sebenarnya tak sulit-sulit amat. Asalkan tahu cara mengoperasikannya, maka pengendara bisa mulus melibas dengan mobil bertransmisi otomatis.

Namun, suka ada yang salah kaprah dengan penggunaan mobil matik. Terutama soal posisi kaki saat nyetir. Apakah harus ngerem pakai kaki kiri, atau cukup dengan kaki kanan saja?

Sebelumnya, Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, memberikan tips posisi kaki yang pas saat berkendara. Khusus untuk mobil matik, tetap disarankan menggunakan kaki kanan untuk mengoperasikan pedal rem dan gas.

“Posisi tumit kaki kanan menempel di lantai dan tetap di depan pedal rem, apa pun sistem transmisinya. Bukan berarti kalau matic ngeremnya pakai kaki kiri lho,” ujar Sony kepada detikcom, Jumat (28/2/2020).

Sementara kaki kiri, biasanya mobil matic terdapat ruang foot rest untuk kaki kiri yang tidak memiliki pedal kopling. Namun, kata Sony, kaki kiri pengemudi mobil matik sebenarnya tidak sepenuhnya istirahat.

“Tapi diletakkan di footstep untuk ‘menyeimbangkan’ badan pengemudi saat bersiap-siap di kondisi ekstrem, terutama rem emergency, cornering dan lain-lain,” katanya.

Karena, ketika fungsi otot salah satu sisi bekerja secara mendadak, harus diimbangi dengan otot di satu sisi lagi. Tujuannya adalah untuk mengurangi cedera otot.

Memang, menurut Sony, dalam dunia berkendara ada teknik mengerem pakai kaki kiri. Namun, itu dilakukan oleh kalangan profesional.

“Pembalap/advanced driver melakukan itu di tikungan tumpul. Namanya Left Foot Braking. Untuk pemula tidak dianjurkan,” sebutnya.

Sumber : detikOto.com

Info dan Pemesanan Toyota wilayah Riau hubungi :

Bagikan
Diposting oleh

Senior Marketing Otomotif, Profesional dan Trusted

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi.

Komentar Anda* Nama Anda* Email Anda* Website Anda

Artikel Menarik Lainnya

STNK Mati 2 Tahun, Kendaraan Langsung Jadi Barang Rongsokan

Dipublish pada 12 Juli 2019 | Dilihat sebanyak 717 kali | Kategori: News

PEKANBARU, Dealertoyotariau.com – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, sedang menyiapkan kebijakan baru, terkait regulasi penghapusan data kendaraan, bila surat tanda nomor kendaraan ( STNK) mati dalam waktu dua tahun berturut-turut. Korlantas sedang mengkaji kebijakan baru tersebut untuk bisa direalisasikan di... selengkapnya

3 Mobil Terbaru dari Toyota

Dipublish pada 5 Agustus 2019 | Dilihat sebanyak 524 kali | Kategori: News

PEKANBARU – PT Toyota Astra Motor (TAM) meluncurkan tiga model baru sekaligus di gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019. Ke tiga mobil baru ini meliputi Toyota GR Supra, yang merupakan legendary sport car Toyota, Hiace dengan konsep baru, dan... selengkapnya

Toyota Calya Facelift Sudah Bisa di Pesan, Harga naik Rp 4 Juta, Launching Hitungan Hari

Dipublish pada 14 September 2019 | Dilihat sebanyak 745 kali | Kategori: News, Product

Dealertoyotariau.com–Toyota New Calya beberapa sudah tersebar ke dealer dealer seluruh Indonesia. selaku Marketing Consultant Dealer Toyota Riau menginfokan, harga Calya Facelift ini akan lebih mahal dari versi sebelumnya “Harga selisihnya Rp 4 juta lebih mahal dari yang lama,” ujar .... selengkapnya